Monday, December 7, 2015

Tugas Pengganti Duta Autis di SMP Katolik Kristoforus II dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia Melalui Sosial Media (1)

Kelas                : LA03
Dosen              : Zulfahmi, S.H., MA.Hum
Kode Dosen     : D5685
Waktu               : Senin 7 Desember 2015
Pukul                : 16.00 WIB
Kehadiran Anggota
·         Melakukan Tugas Pengganti:
Ketua:
-       Dionisius Andrian Hadipurnawan - 1801441556
Anggota
-       Metta Handika - 1801381430
-       Aurelia Friska Widjaja - 1801400846
-       Fernando Prayogo – 1801391122

·         Tidak Melakukan Tugas Pengganti:

-       Tidak Ada


Pengantar

            Sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh dosen Character Building: Agama kami di kelas dan juga PIC Teach For Indonesia untuk Duta Autis, kelompok kami melakukan pendaftaran kelompok dan juga memilih sekolah yang akan kami datang untuk sosialisasi. Kelompok kami diaccept untuk melakukan sosialisasi di SMP Katolik Kristoforus II dan juga Narada Junior High School. Segera kami pun melakukan permohonan izin dengan mendatangi kedua sekolah tersebut, Kendal muncul ketika kami mendatang SMP Katolik Kristoforus II karena ternyata persis sebelum kami datang sudah ada kelompok duta autis yang sudah datang dan meminta izin untuk melakukan sosialisasi, sehingga untuk SMP Katolik Kristoforus II pun tidak bisa menerima kami untuk melakukan sosialisasi. Ditambah dengan terbatasnya waktu dimana kegiatan sosialisasi tidak boleh dilakukan saat Ujian Tengah Semester Ganjil 2015/2016 berlangsung, kelompok kami pun mendapatkan Tugas Pengganti. Adapun deskripsi tugas pengganti kami adalah, melakukan sosialisasi autisme di social media, 2x sosialisasi di social media memiliki bobot 1x sosialisasi di sekolah. Karena kelompok kami kurang 2x sosialisasi di sekolah, sehingga setiap anggota kelompok kami harus melakukan 4x sosialisasi di social media. Materi yang disosialisasikan pun harus berbeda, karena kelompok kami berjumah 4 orang maka akan ada 8 materi berbeda yang akan terbagi dalam 2x sosialisasi.


ISI

Dasar Teori

Seperti yang kita ketahui pula, Agama memiliki artia sebagai wadah bagi para penganut suatu Agama untuk mengekspresikan atau mengungkapkan imannya. Agama dan Iman pun harus berjalan seiring karena kedua hal tersebut meruapakan hala yang berkesinambungan dan tak bisa terpisahkan. Salah satu cara seorang penganut agama untuk mengungkapkan imannya adalah mencintai sesama manusia yang merupakan perintah Tuhan kepada umatnya.
            Setiap penganut agama yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu mencintai umatNya dan menyertai umatNya di mana saja mereka berada. Entah apapun keadaan kita, kaya atau miskin, senang atau sedih Tuhan selalu hadir dan setia menyertai kita umatNya. Sebagai umat beragama kita diharuskan untuk saling mencintai sesama  selayaknya Tuhan mencintai umatnya. Hal ini merupakan kewajiban secara religius bagi kita seorang penganut Agama. Sehingga mencintai sesama bukanlah merupakan suatu pilihan atau pun tambahan saja, melainkan unsur yang mendasar atau substansial dalam relasi kita dengan sesama manusia.
            Dapat dipastikan bahwa setiap agama di dunia ini mengajarkan cinta kasih, dan mewajibkan kita umatnya untuk mencintai sesama. Seperti yang tertulis dalam Alkitab Kristiani (1 Korintus 13:1-13)  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa   manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman  yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Lalu ada juga dalam agama Islam muncul dari sosok Nabi Muhammad SAW yang sering diperlakukan dengan tidak baik pada zamannya tapi Ia selalu memaafkannya. Memaafkan seperti ini menandakan kematangan Muhammad dalam mencintai sesama.
Adapun dalam agama Budha diakui pentingnya mencintai sesama, Nikaya Pali memuat satu kata cinta yang berbeda dari kata cinta lainnyayakni cinta kasih yang dipancarkan secara universal secara tak terbatas kepada semua mahkluk yaitu Metta. Metta sendiri berarti persaudaraan, persahabatan, pengorbanan yang mendorong kemauan baik dan memnadang mahkluk lain sama seperti dirinya sendiri. Di dalam agama Hindu pun cinta kasih merupakan suatu ajaran, adapun yang mendasari cinta kasih adalah ajaran yang menyatakan bahwa aku adalah kamu. Maknanya dikembangkan lagi: engkau adalah dia, dia adalah mereka dan seterusnya. Inilah yang sering disebut dengan ”Tat Twam Asi” yang dinyatakan dalam kitab Chandogya Upanisad VI. 14. 1. Di dalam Konghucu, cinta atau disebut dengan Ren merupakan ajaran yang pokok. Ren sendiri memiliki arti Cinta Kasih Universal dan tidak terbatas kepada siapa saja. Ren dalam agama Khonghucu didasari pada sikap ketulusan, berbakti, memberi, bukan meminta ataupun menuntut balas.
            Di dalam ajaran-ajaran agama sudah dinyatakan bahwa kita semua dipersatukan dalam cinta kasih satu sama lain tanpa memandang etnis, agama yang dianut, status, keaadaan, dan sebgaianya(universal), karena kita semua sama di mata Tuhan. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan kekayaaan keanekaragaman kita sebagai manusia yang sudah ada sejak dahulu, dan sudah selayaknya kekayaan tersebut kita jaga dan bukan kita jadikan sebagai ancaman, malah seharusnya kita syukuri dengan segenap hati.


Hasil Sosialisasi di Social Media

Nama: Metta Handika
Materi: Apa Itu Autisme ?

Social Media: Line & Path



Postingan Metta mengenai Apa itu Autisme di Path
Postingan Metta mengenai Apa itu Autisme di Line
Pada postingan Tugas Pengganti 1, Metta menjelaskan mengenai Apa itu Autisme, ia membuatnya secara jelas dan singkat agar mudah dibaca orang melalui Social Media. Penentuan materi menagapa pada Tugas Penggati 1 ini kami memasukan materi Apa itu Autisme ? dikarenakan masih banyak orang-orang di luar sana yang belum mengerti benar Autisme, fakta tersebut kami dapatkan dari hasil survey kami melalui kuesioner ketika melakukan sosialisasi di Narada Junior High School dimana rasio yang tahu apa itu Autimes dengan baik lebih kecil daripada yang tidak tahu sebelum kami melakukan presentasi, hal inilah yang menjadi acuan kami untuk memasukan materi ini ke dalam tugas pengganti kami. Adapun Autisme sendiri adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan dakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Dengan memosting materi ini di social media, kelompok kami berharap orang-orang di luar sana yang belum mengerti Autisme dengan baik bisa lebih mengenal dan tahu akan apa itu Autisme. 


Nama: Aurelia Friska Widjaja
Materi: Jumlah Penderita Autis di Indonesia
Social Media: Facebook & Instagram

Postingan Aurelia mengenai Jumlah Pengidap Autisme di Indonesia di Instagram

Postingan Aurelia mengenai Jumlah Pengidap Autisme di Indonesia di Facebook
Pada postingan ini Aurelia memosting mengenai jumlah pengidap Autisme yang ada di Indonesia. Alasan kami memlih materi in adalah fakta n masih belum banyak diketahu oleh orang-orang. Mungkin banyak dari kita yang pernah atau bertemu atau memiliki teman yang mengdap Autisme, tapi apakah kita semua tahu bahwa pengidap Autisme di Indonesia ada berapa orang ? Adapun pengidap Autisme di Indonesia kini berjumlah 12.800 orang. Walaupun fakta ini bukan merupakan fakta yang besar, tapi fakta ini bisa menjadi pengetahuan bag kita semua bahwa 12.800 dari penduduk indonesia yang kini berjumlah sekitar 250 juta orang.

Nama: Fernando Prayogo
Materi: Penyebab-penyebab Autis
Social Media: Line & Facebook

Postingan Fernando mengenai Penyebab-penyebab Autisme di Line

Postingan Fernando mengenai Penyebab-penyebab Autisme di Facebook
           Pada postingan Fernando di Tugas Penggati 1 ini, ia memosting penyebab-penyebab dar Autisme. Alasan kami memlih materi ini untuk di sosialisasikan melalui social media adalah, banyak orang yang menganggap bahwa Autisme adalah sebuah kelainan atau sebuah penyakit, hal ini membuat banyak bertanya apa yang menjadi penyebab seseorang mengidap Autisme ? apakah Autisme menular ?. mungkin perihal menular atau tidak sudah banyak dari kita yang tahu bahwa Autisme tidak akan pernah menular. Tapi apa yang menjadi penyebab seseorang diidentifikasi sebagai pengidap Autisme apakah sudah banyak orang yang tahu ? Adapun penyebab-penyebab Autisme adalah Genetik, Pestisida, Konsumsi Obat-obatan seorang Ibu Hamil saat mengandung, Usia Orang Tua saat mengandung seorang anak yang terlalu tua, dan Kelainan   Perkembangan Otak. 

Nama: Dionisius Andrian Hadipurnawan
Materi: Ciri – Ciri Pengidap Autisme
Social Media: Path & Facebook


Postingan Dionisius mengenai Ciri-ciri Autisme di Facebook



Postingan Dionisius mengenai ciri-ciri Autisme di Path

        Pada postingan Dionisius, ia menjabarkan cri-ciri dari seseorang yang mengidap Autisme. Hal yang melatarbelakangi kami memlih materi ini adalah banyak orang yang masih belum tahu ciri-ciri pengidap Autis yang benar dan belum bisa membedakan pengidap Autisme dengan pengidap Down Syndrome dan juga pengidap Idiot. Agar membantu sesorang tahu yang mana pengidap Autisme , maka Dionisius menjabarkan ciri-ciri Autisme dengan penjalaan singkat agar membantu seseorang membacanya melalui social media. Adapun juga alasan lain adalah agar orang-orang bisa lebih sadar degan pengidap Autisme di sekitarnya, sehingga tidak perlu merasa takut atau menjauhinya. 







No comments:

Post a Comment