Kelas :
LA03
Dosen :
Zulfahmi, S.H., MA.Hum
Kode Dosen : D5685
Waktu :Rabu 9 Desember 2015
Pukul : 16.00 WIB
Kehadiran
Anggota
·
Melakukan Tugas Pengganti:
Ketua:
-
Dionisius Andrian Hadipurnawan - 1801441556
Anggota
-
Metta
Handika - 1801381430
-
Aurelia
Friska Widjaja - 1801400846
-
Fernando
Prayogo – 1801391122
·
Tidak
Melakukan Tugas Pengganti:
-
Tidak
Ada
Pengantar
Sesuai dengan intruksi yang
diberikan oleh dosen Character Building: Agama kami di kelas dan juga PIC Teach
For Indonesia untuk Duta Autis, kelompok kami melakukan pendaftaran kelompok
dan juga memilih sekolah yang akan kami datang untuk sosialisasi. Kelompok kami
diaccept untuk melakukan sosialisasi di SMP Katolik Kristoforus II dan juga
Narada Junior High School. Segera kami pun melakukan permohonan izin dengan
mendatangi kedua sekolah tersebut, Kendal muncul ketika kami mendatang SMP
Katolik Kristoforus II karena ternyata persis sebelum kami datang sudah ada
kelompok duta autis yang sudah datang dan meminta izin untuk melakukan
sosialisasi, sehingga untuk SMP
Katolik Kristoforus II pun tidak bisa menerima kami untuk melakukan
sosialisasi. Ditambah dengan terbatasnya waktu dimana kegiatan sosialisasi
tidak boleh dilakukan saat Ujian Tengah Semester Ganjil 2015/2016 berlangsung,
kelompok kami pun mendapatkan Tugas Pengganti. Adapun deskripsi tugas pengganti
kami adalah, melakukan sosialisasi autisme di social media, 2x sosialisasi di
social media memiliki bobot 1x sosialisasi di sekolah. Karena kelompok kami
kurang 2x sosialisasi di sekolah, sehingga setiap anggota kelompok kami harus
melakukan 4x sosialisasi di social media. Materi yang disosialisasikan pun
harus berbeda, karena kelompok kami berjumah 4 orang maka akan ada 8 materi
berbeda yang akan terbagi dalam 2x sosialisasi.
Dasar Teori
Seperti yang kita
ketahui pula, Agama memiliki artia sebagai wadah bagi para penganut suatu Agama
untuk mengekspresikan atau mengungkapkan imannya. Agama dan Iman pun harus
berjalan seiring karena kedua hal tersebut meruapakan hala yang
berkesinambungan dan tak bisa terpisahkan. Salah satu cara seorang penganut
agama untuk mengungkapkan imannya adalah mencintai sesama manusia yang
merupakan perintah Tuhan kepada umatnya.
Setiap penganut agama yakin dan
percaya bahwa Tuhan selalu mencintai umatNya dan menyertai umatNya di mana saja
mereka berada. Entah apapun keadaan kita, kaya atau miskin, senang atau sedih
Tuhan selalu hadir dan setia menyertai kita umatNya. Sebagai umat beragama kita
diharuskan untuk saling mencintai sesama
selayaknya Tuhan mencintai umatnya. Hal ini merupakan kewajiban secara
religius bagi kita seorang penganut Agama. Sehingga mencintai sesama bukanlah
merupakan suatu pilihan atau pun tambahan saja, melainkan unsur yang mendasar
atau substansial dalam relasi kita dengan sesama manusia.
Dapat dipastikan bahwa setiap agama
di dunia ini mengajarkan cinta kasih, dan mewajibkan kita umatnya untuk
mencintai sesama. Seperti yang tertulis dalam Alkitab Kristiani (1 Korintus 13:1-13) Sekalipun
aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi
jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan
canang yang gemerincing. Sekalipun
aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan
aku mengetahui segala rahasia dan
memiliki seluruh pengetahuan, dan
sekalipun aku memiliki iman yang
sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi
jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan
segala sesuatu yang ada padaku, bahkan
menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi
jika aku tidak
mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Lalu ada juga dalam
agama Islam muncul dari sosok Nabi Muhammad SAW yang sering diperlakukan dengan
tidak baik pada zamannya tapi Ia selalu memaafkannya. Memaafkan seperti ini
menandakan kematangan Muhammad dalam mencintai sesama.
Adapun dalam agama
Budha diakui pentingnya mencintai sesama, Nikaya Pali memuat satu kata cinta
yang berbeda dari kata cinta lainnyayakni cinta kasih yang dipancarkan secara
universal secara tak terbatas kepada semua mahkluk yaitu Metta. Metta sendiri
berarti persaudaraan, persahabatan, pengorbanan yang mendorong kemauan baik dan
memnadang mahkluk lain sama seperti dirinya sendiri. Di dalam agama Hindu pun
cinta kasih merupakan suatu ajaran, adapun yang
mendasari cinta kasih adalah ajaran yang menyatakan bahwa aku adalah kamu.
Maknanya dikembangkan lagi: engkau adalah dia, dia adalah mereka dan seterusnya.
Inilah yang sering disebut dengan ”Tat Twam Asi” yang dinyatakan dalam kitab
Chandogya Upanisad VI. 14. 1. Di dalam Konghucu, cinta atau disebut dengan Ren
merupakan ajaran yang pokok. Ren sendiri memiliki arti Cinta Kasih Universal
dan tidak terbatas kepada siapa saja. Ren dalam agama Khonghucu didasari pada
sikap ketulusan, berbakti, memberi, bukan meminta ataupun menuntut balas.
Di dalam ajaran-ajaran agama sudah
dinyatakan bahwa kita semua dipersatukan dalam cinta kasih satu sama lain tanpa
memandang etnis, agama yang dianut, status, keaadaan, dan
sebgaianya(universal), karena kita semua sama di mata Tuhan.
Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan kekayaaan keanekaragaman kita sebagai
manusia yang sudah ada sejak dahulu, dan sudah selayaknya kekayaan tersebut
kita jaga dan bukan kita jadikan sebagai ancaman, malah seharusnya kita syukuri
dengan segenap hati.
Hasil Sosialisasi di
Social Media
Untuk sosialisasi di social media
yang kedua, kelompok kami memutuskan untuk mensosialisasikan Autisme sedikit lebih detil, materi-materi yang kami sosialisasikan di Tugas Pengganti 2 ini adalah sebagai berikut Perbedaan Autisme, Down Syndrome dan Idiot, Penanganan Pengidap Autisme, Orang Sukses pengidap Autisme, Sejarah Autisme
Nama: Metta Handika
Materi: Perbedaan Autisme, Down Syndrome dan Idiot
Social Media: Instagram & Path
Pada postingan untuk Tugas Pengganti 2 ini, Metta menjelaskan mengenai perbedaan dari Autisme, Down Syndrome dan juga Idiot. Hal yang melatarbelakangi kami memilih materi ini adalah banyak orang yang masih belum bisa membedakan pengidap Autisme dengan pengidapDown Syndrome dan juga pengidap Idiot. Agar membantu sesorang tahu yang mana pengidap Autisme. Adapaun ciri-ciri dari Autisme sudah dijabarkan oleh Dionisius pada Tugas Pengganti 1, kini Metta akan menjelaskan secara keseluruah perbedaan dari ketiganya.
Pada tugas pengganti 2 ini ,
anggota kelompok kami Dionisius mengepost mengenai Sejarah Autisme. Pasti banyak
dari kita yang sudah pernah bertemu atau memiliki teman yang mengidap Autisme,
tapi apakah kalian tahu bahwa sudah sejak kapan keberadaan orang-orang yang
mengidap Autisme disadari oleh masyarakat ? Sesuai fakta yang ada, Autis sudah
disadari sejak tahun tahun 1908, bahkan Autisme pernah disebut-sebut sebaga
gejala gangguan jiwa sekitar tahun 1940an.
![]() |
Postingan Metta mengenai Perbedaan Autisme, Down Syndrome dan Idiot di Instagram
|
![]() |
| Postingan Metta mengenai Perbedaan Autisme, Down Syndrome dan Idiot di Path |
Pada postingan untuk Tugas Pengganti 2 ini, Metta menjelaskan mengenai perbedaan dari Autisme, Down Syndrome dan juga Idiot. Hal yang melatarbelakangi kami memilih materi ini adalah banyak orang yang masih belum bisa membedakan pengidap Autisme dengan pengidapDown Syndrome dan juga pengidap Idiot. Agar membantu sesorang tahu yang mana pengidap Autisme. Adapaun ciri-ciri dari Autisme sudah dijabarkan oleh Dionisius pada Tugas Pengganti 1, kini Metta akan menjelaskan secara keseluruah perbedaan dari ketiganya.
Nama: Aurelia Friska
Widjaja
Materi: Penanganan Pengidap Autisme
Social Media:
Facebook & Instagram
![]() |
Postingan Aurelia mengenai Penanganan Autisme di Facebook![]() |
![]() | |
|
Pada
Tugas Pengganti 2 ini kelompok kami mensosialisasikan materi yang sedikit lebih
detil, salah satunya adalan Penanganan Autisme, yang di post oleh Aurelia. Seperti
yang kita ketahui Autisme merupakan kelaianan perkembangan sistem saraf dan
merupakan bawaan sejakia lahir, sehingga proses penyembuhannya pun bukan dengan
meminum obat dari hasil resep dokter, melainakn dengan terapi. Seorang pengidap
Autisme akan membaik jka diberikan penanganan yang baik, yaitu dengan terapi
khusus, seorang pengidap Autisme dapat dikatakan sembuh jika ia bisa hidup
mandiri.
Nama:
Fernando Prayogo
Materi:
Orang Sukses pengidap Autisme
Social
Media: Line & Facebook
![]() |
| Postingan Fernando mengenai Orang Sukses pengidap Autisme di Facebook |
![]() |
| Postingan Fernando mengenai Orang Sukses pengidap Autisme di Line |
Pada
Tugas Pengganti 2 ini anggota kelompok kami Fernando mengepost materi Orang
Sukses pengidap Autisme, mungkin menurut kita agak susah bagi seorang pengidap
Autisme bisa sukses di dalam bdang tertentu. Padahal tidak ada perbedaan
kemungkinan untuk mencapai sukses antara ita yang tidak mengidap Autisme dengan
pengidap Autisme, semua orang, siapapun di dunia ini punya kesempatan yang sama
untuk mencapai sebuah kesuksesan. Salah satunya adalah Wolfgang Amadeus Mozart,
seorang komposer musik klasik, karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk
gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni,
musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya
adalah opera "Don Giovanni" dan "Die Zauberflöte". Banyak dari karya Mozart dianggap
sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik
zaman klasik.
Nama: Dionisius
Andrian Hadipurnawan
Materi: Ciri – Ciri
Pengidap Autisme
Social Media: Path
& Facebook
![]() |
| Postingan Dionisius mengenai Sejarah Autisme di Facebook |
![]() |
| Postingan Dionisius mengenai Sejarah Autisme di Path |

















No comments:
Post a Comment