Kelas : LA03
Dosen : Zulfahmi, S.H., MA.Hum
Kode Dosen : D5685
Waktu : Kamis 5 November 2015
Pukul : 15.00 – 16.00 WIB
PIC : Eka Wangsawidjaja (Kepala Sekolah Narada Junior High School)
Lokasi : Narada School
Jumlah Peserta : 74
Kehadiran Anggota:
· Hadir:
Ketua:
- Dionisius Andrian Hadipurnawan - 1801441556
Anggota
- Metta Handika - 1801381430
- Aurelia Friska Widjaja - 1801400846
- Fernando Prayogo – 1801391122
· Tidak Hadir:
- Tidak Ada
ISI
Dasar Teori
Seperti yang kita ketahui pula, Agama memiliki artia sebagai wadah bagi para penganut suatu Agama untuk mengekspresikan atau mengungkapkan imannya. Agama dan Iman pun harus berjalan seiring karena kedua hal tersebut meruapakan hala yang berkesinambungan dan tak bisa terpisahkan. Salah satu cara seorang penganut agama untuk mengungkapkan imannya adalah mencintai sesama manusia yang merupakan perintah Tuhan kepada umatnya.
Setiap penganut agama yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu mencintai umatNya dan menyertai umatNya di mana saja mereka berada. Entah apapun keadaan kita, kaya atau miskin, senang atau sedih Tuhan selalu hadir dan setia menyertai kita umatNya. Sebagai umat beragama kita diharuskan untuk saling mencintai sesama selayaknya Tuhan mencintai umatnya. Hal ini merupakan kewajiban secara religius bagi kita seorang penganut Agama. Sehingga mencintai sesama bukanlah merupakan suatu pilihan atau pun tambahan saja, melainkan unsur yang mendasar atau substansial dalam relasi kita dengan sesama manusia.
Dapat dipastikan bahwa setiap agama di dunia ini mengajarkan cinta kasih, dan mewajibkan kita umatnya untuk mencintai sesama. Seperti yang tertulis dalam Alkitab Kristiani (1 Korintus 13:1-13) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Lalu ada juga dalam agama Islam muncul dari sosok Nabi Muhammad SAW yang sering diperlakukan dengan tidak baik pada zamannya tapi Ia selalu memaafkannya. Memaafkan seperti ini menandakan kematangan Muhammad dalam mencintai sesama.
Adapun dalam agama Budha diakui pentingnya mencintai sesama, Nikaya Pali memuat satu kata cinta yang berbeda dari kata cinta lainnyayakni cinta kasih yang dipancarkan secara universal secara tak terbatas kepada semua mahkluk yaitu Metta. Metta sendiri berarti persaudaraan, persahabatan, pengorbanan yang mendorong kemauan baik dan memnadang mahkluk lain sama seperti dirinya sendiri. Di dalam agama Hindu pun cinta kasih merupakan suatu ajaran, adapun yang mendasari cinta kasih adalah ajaran yang menyatakan bahwa aku adalah kamu. Maknanya dikembangkan lagi: engkau adalah dia, dia adalah mereka dan seterusnya. Inilah yang sering disebut dengan ”Tat Twam Asi” yang dinyatakan dalam kitab Chandogya Upanisad VI. 14. 1. Di dalam Konghucu, cinta atau disebut dengan Ren merupakan ajaran yang pokok. Ren sendiri memiliki arti Cinta Kasih Universal dan tidak terbatas kepada siapa saja. Ren dalam agama Khonghucu didasari pada sikap ketulusan, berbakti, memberi, bukan meminta ataupun menuntut balas.
Di dalam ajaran-ajaran agama sudah dinyatakan bahwa kita semua dipersatukan dalam cinta kasih satu sama lain tanpa memandang etnis, agama yang dianut, status, keaadaan, dan sebgaianya(universal), karena kita semua sama di mata Tuhan. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan kekayaaan keanekaragaman kita sebagai manusia yang sudah ada sejak dahulu, dan sudah selayaknya kekayaan tersebut kita jaga dan bukan kita jadikan sebagai ancaman, malah seharusnya kita syukuri dengan segenap hati.
Persiapan
Persiapan untuk melakukan sosialisasi tentunya sudah dimulai sejak awal semester 3 (Ganjil 2015/2016) ini dimulai dengan pembagian kelompok sosialisasi dan pemilhan sekolah-sekolah yang akan didatangi. Sekolah yang kelompok kami pilih saah satunya adalah Narada Junior High School yang berletak di Perumahan Kosambi Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Kelompok kami mendatang sekolah tersebut sekitar 2 sebelum presentasi. Adapun sebelum mendatangi Narada School, kami menghubungi pihak sekolah melalui telepon untuk memberitahukan maksud dan tujuan kami. Kelompok kami pun akhirnya bertemu dengan kepala sekolah Narada Junior High School, Ibu Eka Wangsawidjaja. Kami pun berunding mengenai pemlihan tanggal yang pas untuk kelompok kami melakukan sosialisasi, dan terpilihlah tanggal 5 dan 12 November. Untuk yang tanggal 12 november ini kami dijawalkan untuk memberikan sosialisasi kepada murid-murid dari kelas 8 dan 9 yang berjumlah 74 orang. Untuk tempat pihak sekolah memberikan tempat di aula sekolah tersebut, dan kami melakukannya pukul 15.00 – 16.00 WIB.
Metode Sosialisasi
Metode sosialisasi yang kami gunakan adalah metode classroom, yaitu metode dengan cara tatap muka dalam suatu ruangan. Materi sosialisasi yang kami berikan mencangkup Apa itu Autisme, Infografik Pengidap Autisme di dunia, Penyebab – penyebab Gejala Autisme, Ciri-ciri Autisme dan Kampanye Autism is Not a Joke. Penyampaian materi diberikan melalui slide-slide Power Point dan video mengenai Autisme.
Hal Positif
• Video mengenai Autisme mampu memberikan pendekatan kepada para murid mengenai Autisme. Adapun video yang kami berikan berisikan penjelasan mengenai Autisme secara general.
• Para murid sangat antusias dan cukup banyak yang bertanya mengenai Autisme
Hal Negatif
• Beberapa anak merasa bosan saat salah satu materi disampaikan terlalu lama
• Sosialisasi agak terlambat dimulai karena ada kendala dengan proyektor, sehingga membuat peserta sedikit menunggu
Pengukuran Kinerja
Survey Eksternal
Kami memberikan kueisioner berisikan 6 pertanyaan dengan hasil sebagai berikut
• 1. Apa Autis menurut Anda ?
Dari 74 murid, hanya 23 orang yang mengerti arti Autisme dengan baik sedangkan sisanya menjawab Autisme adalah orang yang suka sibuk sendiri, Autisme sebagai sebuah penyakit, sisanya menjawab tidak tahu pasti apa itu Autisme.
• 2. Apa ciri-ciri Autis yang Anda ketahui ?
Dari 74 murid, rata-rata menjawab ciri-ciri Autisme adalah suak sibuk sendiri, sisanya menjawab ciri-ciri Autisme adalah berbeda dengan yang lain atau suka sibuk sendiri.
• 3. Hal apa yang akan anda lakukan jika bertemu dengan pengidap Autisme ?
Dari 74 murid, rata-rata menjawab mau menjadikan sebagai teman, menyapa atau mengajak bermain
• 4. Pernahkah Anda menggunakan kata “autis” sebaga bahan lelucon ?
□ Ya □ Tidak
Dari 74 murid, semuanya menjawab Ya
• 5. (Diisi setelah presentasi) Apakah setelah mendengarkan presentasi sosialisasi tentang autis ini Anda semakin mengerti tentang autis dan tidak akan menggunakan kata “autis” untuk lelucon ?
□ Ya □ Mungkin □ Tidak
Dari 74 murid, semuanya menjawab Ya
• 6. (Diisi setelah presentasi) Apa kritik dan saran Anda terhadap kegiatan ini ?
- Kegiatan ini memperkenalakn Autisme dengan baik
- Kegiatan ini mampu menambah pengetahuan mengenai Autisme
- Kegiatan ini sangat bermanfaat
Survey Internal
Menurut saya sebagai ketua kelompok, semua anggota memberikan kontribusi, sehingga memudahkan saya sebagai ketua untuk melakuka koordinasi, bahkan tidak jarang kami saling bertukar pikiran atau ide dalam menjalankan poyek ini. Benar-benar tidak ada hambatan jika dilihat dari segi internal kami. Hambatan yang berarti mungkin hanya kendala teknis yaitu proyektor untuk presentasi yang sempap tidak berfungsi saat di awal.
Berikut kami lampirkan Form Evaluasi kegiatan Sosialisasi kami pada tanggal 12 November 2015
Dokumentasi
Berikut merupakan foto-foto
kelompok saat melakukan Sosialisasi di Narada Junior High School

Foto bersama dengan peserta Sosialisasi

Foto bersama dengan peserta Sosialisasi

Aurelia

Fernando

Metta

Dionisius
Kelas : LA03
Dosen : Zulfahmi, S.H., MA.Hum
Kode Dosen : D5685
Waktu : Kamis 5 November 2015
Pukul : 15.00 – 16.00 WIB
PIC : Eka Wangsawidjaja (Kepala Sekolah Narada Junior High School)
Lokasi : Narada School
Jumlah Peserta : 74
Kehadiran Anggota:
· Hadir:
Ketua:
- Dionisius Andrian Hadipurnawan - 1801441556
Anggota
- Metta Handika - 1801381430
- Aurelia Friska Widjaja - 1801400846
- Fernando Prayogo – 1801391122
· Tidak Hadir:
- Tidak Ada
ISI
Dasar Teori
Seperti yang kita ketahui pula, Agama memiliki artia sebagai wadah bagi para penganut suatu Agama untuk mengekspresikan atau mengungkapkan imannya. Agama dan Iman pun harus berjalan seiring karena kedua hal tersebut meruapakan hala yang berkesinambungan dan tak bisa terpisahkan. Salah satu cara seorang penganut agama untuk mengungkapkan imannya adalah mencintai sesama manusia yang merupakan perintah Tuhan kepada umatnya.
Setiap penganut agama yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu mencintai umatNya dan menyertai umatNya di mana saja mereka berada. Entah apapun keadaan kita, kaya atau miskin, senang atau sedih Tuhan selalu hadir dan setia menyertai kita umatNya. Sebagai umat beragama kita diharuskan untuk saling mencintai sesama selayaknya Tuhan mencintai umatnya. Hal ini merupakan kewajiban secara religius bagi kita seorang penganut Agama. Sehingga mencintai sesama bukanlah merupakan suatu pilihan atau pun tambahan saja, melainkan unsur yang mendasar atau substansial dalam relasi kita dengan sesama manusia.
Dapat dipastikan bahwa setiap agama di dunia ini mengajarkan cinta kasih, dan mewajibkan kita umatnya untuk mencintai sesama. Seperti yang tertulis dalam Alkitab Kristiani (1 Korintus 13:1-13) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Lalu ada juga dalam agama Islam muncul dari sosok Nabi Muhammad SAW yang sering diperlakukan dengan tidak baik pada zamannya tapi Ia selalu memaafkannya. Memaafkan seperti ini menandakan kematangan Muhammad dalam mencintai sesama.
Adapun dalam agama Budha diakui pentingnya mencintai sesama, Nikaya Pali memuat satu kata cinta yang berbeda dari kata cinta lainnyayakni cinta kasih yang dipancarkan secara universal secara tak terbatas kepada semua mahkluk yaitu Metta. Metta sendiri berarti persaudaraan, persahabatan, pengorbanan yang mendorong kemauan baik dan memnadang mahkluk lain sama seperti dirinya sendiri. Di dalam agama Hindu pun cinta kasih merupakan suatu ajaran, adapun yang mendasari cinta kasih adalah ajaran yang menyatakan bahwa aku adalah kamu. Maknanya dikembangkan lagi: engkau adalah dia, dia adalah mereka dan seterusnya. Inilah yang sering disebut dengan ”Tat Twam Asi” yang dinyatakan dalam kitab Chandogya Upanisad VI. 14. 1. Di dalam Konghucu, cinta atau disebut dengan Ren merupakan ajaran yang pokok. Ren sendiri memiliki arti Cinta Kasih Universal dan tidak terbatas kepada siapa saja. Ren dalam agama Khonghucu didasari pada sikap ketulusan, berbakti, memberi, bukan meminta ataupun menuntut balas.
Di dalam ajaran-ajaran agama sudah dinyatakan bahwa kita semua dipersatukan dalam cinta kasih satu sama lain tanpa memandang etnis, agama yang dianut, status, keaadaan, dan sebgaianya(universal), karena kita semua sama di mata Tuhan. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan kekayaaan keanekaragaman kita sebagai manusia yang sudah ada sejak dahulu, dan sudah selayaknya kekayaan tersebut kita jaga dan bukan kita jadikan sebagai ancaman, malah seharusnya kita syukuri dengan segenap hati.
Persiapan
Persiapan untuk melakukan sosialisasi tentunya sudah dimulai sejak awal semester 3 (Ganjil 2015/2016) ini dimulai dengan pembagian kelompok sosialisasi dan pemilhan sekolah-sekolah yang akan didatangi. Sekolah yang kelompok kami pilih saah satunya adalah Narada Junior High School yang berletak di Perumahan Kosambi Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Kelompok kami mendatang sekolah tersebut sekitar 2 sebelum presentasi. Adapun sebelum mendatangi Narada School, kami menghubungi pihak sekolah melalui telepon untuk memberitahukan maksud dan tujuan kami. Kelompok kami pun akhirnya bertemu dengan kepala sekolah Narada Junior High School, Ibu Eka Wangsawidjaja. Kami pun berunding mengenai pemlihan tanggal yang pas untuk kelompok kami melakukan sosialisasi, dan terpilihlah tanggal 5 dan 12 November. Untuk yang tanggal 12 november ini kami dijawalkan untuk memberikan sosialisasi kepada murid-murid dari kelas 8 dan 9 yang berjumlah 74 orang. Untuk tempat pihak sekolah memberikan tempat di aula sekolah tersebut, dan kami melakukannya pukul 15.00 – 16.00 WIB.
Metode Sosialisasi
Metode sosialisasi yang kami gunakan adalah metode classroom, yaitu metode dengan cara tatap muka dalam suatu ruangan. Materi sosialisasi yang kami berikan mencangkup Apa itu Autisme, Infografik Pengidap Autisme di dunia, Penyebab – penyebab Gejala Autisme, Ciri-ciri Autisme dan Kampanye Autism is Not a Joke. Penyampaian materi diberikan melalui slide-slide Power Point dan video mengenai Autisme.
Hal Positif
• Video mengenai Autisme mampu memberikan pendekatan kepada para murid mengenai Autisme. Adapun video yang kami berikan berisikan penjelasan mengenai Autisme secara general.
• Para murid sangat antusias dan cukup banyak yang bertanya mengenai Autisme
Hal Negatif
• Beberapa anak merasa bosan saat salah satu materi disampaikan terlalu lama
• Sosialisasi agak terlambat dimulai karena ada kendala dengan proyektor, sehingga membuat peserta sedikit menunggu
Pengukuran Kinerja
Survey Eksternal
Kami memberikan kueisioner berisikan 6 pertanyaan dengan hasil sebagai berikut
• 1. Apa Autis menurut Anda ?
Dari 74 murid, hanya 23 orang yang mengerti arti Autisme dengan baik sedangkan sisanya menjawab Autisme adalah orang yang suka sibuk sendiri, Autisme sebagai sebuah penyakit, sisanya menjawab tidak tahu pasti apa itu Autisme.
• 2. Apa ciri-ciri Autis yang Anda ketahui ?
Dari 74 murid, rata-rata menjawab ciri-ciri Autisme adalah suak sibuk sendiri, sisanya menjawab ciri-ciri Autisme adalah berbeda dengan yang lain atau suka sibuk sendiri.
• 3. Hal apa yang akan anda lakukan jika bertemu dengan pengidap Autisme ?
Dari 74 murid, rata-rata menjawab mau menjadikan sebagai teman, menyapa atau mengajak bermain
• 4. Pernahkah Anda menggunakan kata “autis” sebaga bahan lelucon ?
□ Ya □ Tidak
Dari 74 murid, semuanya menjawab Ya
• 5. (Diisi setelah presentasi) Apakah setelah mendengarkan presentasi sosialisasi tentang autis ini Anda semakin mengerti tentang autis dan tidak akan menggunakan kata “autis” untuk lelucon ?
□ Ya □ Mungkin □ Tidak
Dari 74 murid, semuanya menjawab Ya
• 6. (Diisi setelah presentasi) Apa kritik dan saran Anda terhadap kegiatan ini ?
- Kegiatan ini memperkenalakn Autisme dengan baik
- Kegiatan ini mampu menambah pengetahuan mengenai Autisme
- Kegiatan ini sangat bermanfaat
Survey Internal
Menurut saya sebagai ketua kelompok, semua anggota memberikan kontribusi, sehingga memudahkan saya sebagai ketua untuk melakuka koordinasi, bahkan tidak jarang kami saling bertukar pikiran atau ide dalam menjalankan poyek ini. Benar-benar tidak ada hambatan jika dilihat dari segi internal kami. Hambatan yang berarti mungkin hanya kendala teknis yaitu proyektor untuk presentasi yang sempap tidak berfungsi saat di awal.
Berikut kami lampirkan Form Evaluasi kegiatan Sosialisasi kami pada tanggal 12 November 2015
Dokumentasi
Berikut merupakan foto-foto
kelompok saat melakukan Sosialisasi di Narada Junior High School
![]() |
| Foto bersama dengan peserta Sosialisasi |
![]() | |
|
![]() |
| Aurelia |
![]() |
| Fernando |
![]() |
| Metta |
![]() |
| Dionisius |

No comments:
Post a Comment